6 Fakta Imam Besar Masjidilharam Abdul Rahman al-Sudais, Hafal Alquran sejak Umur 12 tahun

Al Bawaba

Islam tentu tak bisa dilepaskan dari Masjidilharam, tempat berdirinya Kakbah di Makkah. Itu sebabnya Masjidilharam berperan sangat penting bagi umat muslim.
Di masjid yang tak pernah sepi itu, ada peran penting para imamnya yang senantiasa menjaga umat melalui khotbah dan memimpin salatnya. Tercatat ada 10 imam di masjid suci Makkah itu.
Sang kepala imamnya bernama Abdul Rahman Al-Sudais. Dia diketahui sudah 35 tahun menjadi imam di sana dan 7 tahun menjadi ketuanya.
Seperti apa sosok Imam Besar Masjidilharam ini?
Dirangkum oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, inilah 6 fakta Imam Besar Masjidilharam Abdul Rahman Al-Sudais.
1. Ketua umum pengurus Dua Masjid Suci

Pria bernama lengkap Abdul Rahman Ibn Abdul Aziz al-Sudais ini ditunjuk sebagai ketua umum pengurus Dua Masjid Suci sejak 8 Mei 2012 silam. Tak hanya itu, ia juga menjabat sebagai Imam Besar Masjidilharam di Makkah, Arab Saudi.
Hebatnya, al-Sudais terpilih sebagai imam Masjidilharam saat masih berusia 24 tahun. Kemudian, khotbah pertamanya di masjid suci itu disampaikan di tahun yang sama, tepatnya pada bulan Juli 1984.
2. Tumbuh besar di Riyadh
Pria dari klan Anazzah ini menghabiskan masa mudanya di ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Ia belajar di Sekolah Dasar al-Muthana bin Harith, berlanjut ke Riyadh Scientific Institution, dan meraih gelar sarjana bidang Syariat dari Riyadh University.
Tak sampai di situ, al-Sudais juga sukses memperoleh gelar masternya dari Imam Muhammad bin Saud Islamic University kemudian meraih gelar Ph.D dari Umm al-Qura University.
3. Hafal Alquran sejak umur 12 tahun
Kemampuan al-Sudais dalam membaca Alquran tak perlu diragukan lagi. Bacaannya sangat merdu hingga mampu menyentuh hati. Rupanya bakat ini sudah dimilikinya sejak kecil. Alquran sudah dihafalnya sejak umur 12 tahun.
4. Mendapat penghargaan dari negara lain
Berkat jasanya di bidang Alquran dan Islam, di tahun 2005 pria yang kini berusia 59 tahun ini pernah mendapat penghargaan "Islamic Personality of the Year" dari Komite Penyelenggara Dubai International Holy Quran Award (DIHQA), Uni Emirat Arab.
5. Tak mau Islam dikaitkan dengan aksi terorisme
Dilansir dari Arab News, al-Sudais pernah mengungkapkan Islam bukanlah agama teroris atau penuh kekerasan karena menjaga hak asasi dan martabat individu.
"Kunci dari Islam dan muslim adalah kesederhanaan, keadilan, keamanan, stabilitas, simpati, harmoni, dan kebaikan," tuturnya.
Umat muslim juga dimintanya untuk menjaga citra Islam dengan representasi yang baik dan menjadi "duta" untuk menunjukkan nilai dan prinsip Islam yang toleran.
6. Pernah memimpin doa lintas agama
Di bulan Juni 2004, Imam Besar Masjidilharam ini pernah memimpin 10 ribu jemaat lintas agama di London untuk mendoakan kedamaian dan harmoni. Dalam acara yang berlangsung di Masjid London timur itu, hadir pula Menteri Kesetaraan Rasial Inggris Fiona Mactaggart.
Selain itu, ditampilkan juga pesan rekaman dari Pangeran Charles yang saat itu tak bisa hadir lantaran tengah berada di Amerika Serikat. Kepala Rabbi Inggris, Jonathan Sacks, juga mengirim pesan dukungan.[]

Post a Comment

Distributed by Gooyaabi Templates | Designed by OddThemes